TANGAN DI ATAS: TERBAIK
Rasa bangga mulai bersemi dalam hati saya saat mengamati perkembangan yang terjadi di Koppontren Daarul Uluum. Unit pengolahan susu, misalnya, terus berkembang. Order pembuatan barang-barang berbahan kayu terus diterima dari salah satu perusahaan. Invetaris dan asset koppontren terus bertambah dan berkembang. Aku hanya tersenyum saat Pak Saepuddin melaporkan bahwa koperasi sudah mampu mengkredit sebuah sepeda motor operasional.
Memiliki unit-unit usaha yang akan menopang operasi dan kegiatan pesantren adalah salah satu impian saya sejak lama. Misi pesantren terlalu luhur untuk dapat dibiayai hanya oleh uang iuran para santri atau uang shadaqah masyarakat. Jika hanya mengandalkan itu, tidak banyak yang akan bisa dilakukan oleh pesantren semacam Daarul Uluum. Lingkup aktifitasnya hanya akan berputar dari itu ke itu saja. Di benak banyak orang, pesantren, umumnya, selalu diposisikan sebagai lembaga “penerima” dan lembaga “penyalur” dana-dana sosial.
Anggapan seperti itu tidak salah. Namun, membiarkan pesantren selalu dalam posisi itu, bagi saya, sangatlah naif. Hal itu, seolah-olah, memosisikan pesantren sebagai lembaga yang baru akan “bergerak” jika ada pihak yang membiayai. Bagi saya, cara berpikir semacam itu harus dirubah. Secara finalsial, pesantren harus digiring untuk tidak hanya menjadi lembaga penerima dan penyalur, tetapi lembaga “pemberi.”
Ya, pemberi. Pesantren harus mampu membiayai sendiri segala aktifitasnya tanpa mengandalkan pihak luar. Dan, itu hanya bisa tercapai jika pesantren mulai mau mengembangkan sayap-sayap usaha yang akan memberikan keuntungan finansial. Sangat banyak peluang-peluang usaha dilingkungan internal dan eksternal pesantren yang dapat di angkat dan dikembangkan. Masalahnya hanya apakah pesantren memiliki cukup sumber daya manusia atau tidak. Sumber daya pengurus yang memiliki kepekaan untuk dapat mengembangkan berbagai peluang usaha komersial tersebut, demi kemajuan pesantren.
Nabi SAW pernah menegaskan bahwa “tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.” Koppontren Daarul Uluum memiliki tugas suci untuk merubah posisi “tangan” pesantren menjadi di atas. Semoga Pak Saepuddin, Ustadz Hasbullah, dan rekan-rekan pengurus koppontren lainnya, dapat menunaikan tugas luhur ini. Amin… Bravo untuk Koppontren Daarul Uluum!…
Cat:
- Tulisan Iseng | Time: 3:42 am (UTC+8)

salam kenal mas, dari blog MT terdampar sini
adem tulisannya
Comment by meiy — June 26, 2008 @ 10:15 am